IbIbu....
Kau adalah sinar dalam hatiku
Jika lampu mati
Ada kau yang selalu menerangi setiap langkahku
Kau terus membingbingku....
Kau...
Kau membimbingku dengan susah payah
Tak kenal waktu...
Kau selalu menyayangiku...
Tak kenal jam, tempat
Kau selalu menyayangiku...
Ibu....
Mungkin aku tak dapat membayar atas jasamu
Andaikan aku bisa membayar jasamu
Itu pun tak seberapa
Kasihmu...
Sayangmu...
Tak dapat kuhitung dengan jari jemariku...
Mungkin Allah yang dapat menghitung segala kebaikanmu...
Ya Allah...
Lindungi Ibuku...
Aku sunggh sangat mencintainya, menyayanginya, hingga akhir hayatku...
Ibu, aku tak ingin meninggalkanmu....
Jangan...
Jangan kau meninggalkan ku
Aku...
Aku tak dapat hidup tanpamu...
Ibu...
Jika kau telah tiada di dunia ini
Maka, dengan senang hati..
Aku akan menjemputmu
Di istana sang maha pencipta....
Ibu....
Andaikan kau tahu
Aku merasa sedih
Saat Ibu menangis...
Sedih....
Cemas...
Selalu menemani kau...
Ingin sekali...
Ingin sekali membalas semua jasamu....
Tetapi...
Mungkin hanya Allah-lah
Yang dapat membalas jasamu....
Pernah mendengar kasih sayang, dari ibu. Dalam tidurku, ibu berkata. Sini anakku tersayang. Ucap ibu sembari merangkulku. Mendengar ucapan itu. Aku hanya bisa mendekap pelukan ibu. Dan dalam sekejap aku telah masuk kedalam alam tidur.
Setiap hari, aku bertanya kepada ibu. “Ibu, tolong jawab pertanyaanku”. Ibu hanya bisa mengelus elus dan membelai rambutku.
“Bagaimana cara, agar aku bisa membalas kebaikkanmu???”. Mendengar pertanyaanku, ibu hanya bisa tersenyum.
“Wahai anakku, kau tak perlu membayarnya. Ibu ikhlas melakukannya, dan ibu tak berharap mendapat upah darimu, apalagi Allah. Kau sungguh lucu anakku!!”. Mendengar pernyataan ibu, aku hanya bisa tertunduk sedih. Ya benar apa yang dikatakan ibu.
Ibu selalu berjuang untukku.
Keringat bercucuran dari tubuhnya.
Hanya ada satu tujuan dan alasan...
Ia hanya ingin membelikanku sebongkah emas
Sedangkan dirinya sendiri
Ia tidak memiliki sebongkah emas...
Dulunya ia memiliki
Tapi,..
Ibu menggadaikan emas tersebut
hanya untuk membahagiakanku
Dalam hati..aku berkata
“Ibu, tak perlu kau membelikanku emas. Belikanlah barang barang yang bermanfaat, buat dirimu bahagia dengan hasil keringatmu”. Tapi, ibu bisa mendengar isi hatiku.
“Tak apa nak. Ibu hanya ingin, aku tak ingin kau bernasib sama dengan ibumu yang malang!!”. Aku hanya bisa menangis mendengar perkataan ibu.
Ya Allah, sungguh, ibu adalah hadiah paling istimewa dalam hidupku....
Ibu,kau tak pernah melarangku berbuat apa yang aku suka. Kau berbeda dengan yang lainnya. Pernah suatu ketika aku meminta ijin kepada bapak untuk mengijinkanku hujan hujanan, dengan tegas, bapak melarangku. Saat bapak sedang pergi, aku meminta permintaan yang sama terhadap ibu. Ibu, dengan tidak berpikir panjang, ia segera membolehkanku.
Jika anda menangis, berati saya hebat dan anda sangat mencintai Ibu anda.
Oleh: Hanum Dyah Wulandari ( Lembut Perempuan Bulan )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar